Production Status: Completed | January, 2013
Runtime: 30 Mins
Language: Baweanese/Indonesian Subtitile: English/French/German
Film's Official Website Pending.
Blog: isleofwomen.wordpress.com/

Genre: Documentary
Runtime: 30:00
Release Date: To Be Announced

Authored by: M. Erwin
Narrated By: Carl Hamm

Synopsis:
Since the days of European colonial rule in The Malay Archipelago, hundreds of thousands of male inhabitants from the island of Bawean in Indonesia are destined to leave – many of whom end up working in large commercial vessels for a long period across the globe – only to return home to meet significant emotional and psychological implications of divorce. Today, the Bawean diaspora refers to communities of Bawean living outside the Republic of Indonesia. They make up a significant group in Singapore, Malaysia, Australia and Vietnam - most of whom have never set foot on the ancestral land.
Bawean migrations is rooted in centuries-old tradition. The diaspora phenomenon holds vital implications for a remote island that seeks prosperity – despite the odds that are stacked against her. The inclination to migrate, or ‘merantau’, which may almost be called a cultural ideal – sustained not only by deeply ingrained cultural dynamics, but also socio-economic. The Isle of Women hopes to highlight; not only the migration of its male inhabitants, but also, its female inhabitants that once gave birth to its appellation as “The Isle of Women”. Recorded on site primarily in Bawean, Indonesia and Singapore, "The Isle of Women" reveals the issue. It asks why this is happening, and what can be done to put an end to the vicious cycle of “brain drain”, observed at a micro-social level of a remote island in the vastness of the Sea of Java.

Status Produksi: Selesai | Januari 2013
Jangka masa: 30 Mins
Bahasa: Bawean/Bahasa Indonesia Serikata: Inggris/Perancis/Jerman

Ringkasan:

Sejak zaman pemerintahan kolonial Eropa di kepulauan Melayu ataupun Nusantara, ratusan ribu penduduk laki-laki dari pulau Bawean di Indonesia ditakdirkan untuk meninggalkan pulaunya – banyak di antaranya bekerja di kapal komersial di seluruh dunia untuk jangka waktu yang panjang – hanya untuk pulang untuk bertemu dengan implikasi emosional dan psikologis yang signifikan perceraian. Hari ini, diaspora Bawean mengacu pada masyarakat hidup Bawean di luar Republik Indonesia yang terdiri dari sejumlah besar warga Singapura & Malaysia yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah leluhur.

Migrasi Bawean berakar pada tradisi berusia berabad-abad. Fenomena diaspora memiliki implikasi penting bagi sebuah pulau terpencil yang berusaha untuk mencapai kemakmuran – meskipun tampaknya tidak mungkin terjadi - dengan keadaan pola umum dari migrasi manusia selama abad terakhir. Kec

enderungan untuk bermigrasi, atau ‘merantau’, yang hampir dapat disebut ideal budaya – ditopang tidak hanya oleh dinamika budaya tertanam, tetapi juga dari segi sosial-ekonomi. Filem dokumenter Pulau Puteri berharap untuk menyoroti, tidak hanya migrasi penduduk laki-lakinya, tetapi juga, penduduk wanitanya yang pernah digelar sebagai “Pulau Wanita“.

Direkam di Bawean, Indonesia dan Singapura, “Pulau Puteri” mengungkapkan masalah. Ia bertanyakan sebab-sebabnya, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengakhiri masalahnya pada tingkat mikro-sosial sebuah pulau terpencil di Lautan Jawa.

Loading more stuff…

Hmm…it looks like things are taking a while to load. Try again?

Loading videos…