Gagasan awal muncul di tahun 2012 dari kalangan arsitek; (Alm.) Galih Widjil Pangarsa (UB, Malang), Paulus Mintarga (rempah rumahkarya, Solo), Adi Purnomo (MamoStudio, Bogor), Prof. Josef Prijotomo (ITS, Surabaya) dan Yu Sing (Studio Akanoma, Bandung). Ada kesamaan perspektif. Kami memandang bahwa di tanah air ini keguyuban kehidupan bersama tampak terancam punah: masyarakat semakin egois dan individualis. Dengan menindas yang lebih lemah, yang kuatlah yang akhirnya dapat bertahan. Kehidupan budaya –termasuk arsitektur- tergusur kepentingan kapitalisme global. Sudah barang tentu pihak yang terlemah –alam lingkungan- adalah yang paling menderita. Merajut Bambu menggalang upaya perbaikan, sesuai dengan kemampuan, kesanggupan, dan kesempatan yang tersedia. Betapa kecil pun itu, akan bermakna besar dalam kebersamaan.

Sekitar 300-an mahasiswa dan fresh-graduate dari Jakarta (UI, Untar, UPH, ITI, Trisakti), Bandung (ITB, ITENAS,UPI), Semarang (UNDIP, Soegijapranata, UNES), Jogja (UGM, Atmajaya, UKDW), Solo (UNS, ISI Solo), Surabaya (UPN, ITS), Denpasar (Udayana), dan Malang (UIN, UB)dan komunitas bambu secara bergiliran dalam “kloter-kloter” bergotong-royong mengerjakan segala jenis pekerjaan pada semua tahap: mulai dari pengawetan, penyiapan elemen konstruksi sampe pemasangan.
Terbangunlah media ruang di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo berupa instalasi bagian dari persiapan Gelar Budaya Wanurejo dan Balai Ajar di Dusun Tegal Wangi, Desa Tegal Arum berupa balai ajar dari konstruksi bambu tempat belajar anak, temu warga, latihan/pertunjukan seni, dll.

MERAJUT BAMBU 2013
Desa Tingal yang berada dalam satu garis lurus dengan Candi Borobudur menurut legenda adalah desa tempat mengawasi pembangunan Candi Borobudur. Tingal sendiri dalam Bahasa Jawa (ningali) artinya mengamati. Munculah ide membangun menara dari bambu kurang lebih setinggi 20 meter, yang merupakan eksperimen struktur vertikal bambu sebagai simbol tempat pengamatan-penelitian-diskursus fenomena sosial-budaya di Indonesia. Sekaligus upaya mem-“branding” kembali Desa Tingal melalui sanggar budaya dan arsitektur yang akan dibangun, ruang luar seni pertunjukan, tempat pelatihan seni-budaya dengan Pembina tari Ki Eko Sunyoto (seniman lokal) dan juga workshop arsitektur sekaligus sebagai posko tetap komunitas arsitek Merajut Bambu. Perkembangan ke depannya sangat terbuka, dapat menjadi pertanian organik, pemasaran kerajinan rakyat, shelter andong wisata, dll.

Merajut Tingal adalah lambang langkah merajut kesatuan pandang berbagai kalangan untuk perbaikan Indonesia dari sisi lingkungan binaan. Secara lokal, bermakna merajut potensi manusia dan lingkungan Dusun Tingal Kulon serta mengembangkan rumah adat di dusun ini sebagai bagian dari desa wisata eco-cultural.

Pada Juli 2012, Ir. Krisnarto Soekarmadi (Pak Kris) arsitek sekaligus salah satu pengelola Pondok Tingal, menawarkan Merajut Bambu untuk memakai sebidang tanah di Dusun Tingal Kulon, untuk dipakai sebagai posko. Lantas Paulus Mintarga dan Yu Sing merespon lahan itu dengan ide menara bambu yang dituntaskan oleh Eko Prawoto. Ide pembangunan Menara Tingal mengikutsertakan pembangunan instalasi bambu gerbang masuk dan instalasi di lapangan voli. Desain instalasi ini diserahkan pada volunteer yang akan langsung mendesain dan membangunnya di lapangan.

Menara ini akan menggunakan metode baru konstruksi bambu yaitu struktur anyaman dari bambu belah yang diisi dengan kayu potong bekas, kemudian dirakit dengan system jepit untuk menara setinggi 5 lantai. Menara ini bermimpi menjadi titik simpul budaya, menghidupkan kembali potensi Desa Tingal, Gambar desain Menara Tingal yang direncanakan setinggi 7 lantai ini akan terus berkembang dengan melihat ketersediaan jumlah bambu belah dan proses pembangunan nanti, dikarenakan jumlah bambu masih kurang banyak, juga ketersediaan mesin planner bambu yang ada di rempah rumahkarya membuat proses pengerjaan nanti dipusatkan di dua tempat yaitu Solo dan Magelang.

musik : sigur ros - sud i eyrum

Loading more stuff…

Hmm…it looks like things are taking a while to load. Try again?

Loading videos…