The fragnance, my fragnance is a flower scent gaze at me
This sweetness of mine entices you, bumblebee
The aromatic buzz is longing for the flowers
The brezze
Absorbing my essence.

Bumblebee and flower
The floating red lotus seen by the bee
The Jasmine arrangement, the "kanthil" dangling are so enticing
Bumblebee and flower become one
Spreading the fragnance
The heart is longing

"SEKAR"by Peni Candra Rini,
made by: Monodzky Van Clayten.
edit/colourist & suite: Stondly on Adobe CS6 small room
thanks to the Producer mr. Stondly Saga.
dancer : Agus Mbendhol Margiyanto, and Retno Sulistyorini enno.
Musicians and art work team : Plenthe, Kiky, Koko Baskoro, Iswanto To, Udik.
make up : Tien.
fashion : Solo Baggio.
Production Team : Artnindia, Ndunz Tung-tung, Arto Riggens
photographer : Arief Budianto.
Instruments : Idud Sentana Art

Sekar berasal dari bahasa Jawa yang berarti kembang atau bunga. Makanan lebah adalah sari bunga. Lebah dan bunga adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Komposisi ini merupakan sebuah gambaran romantisme dalam proses take and give antara lebah dan bunga untuk menghasilkan madu. Terinspirasi dari romantisme lebah dan bunga inilah sehingga penyusun mengangkatnya kedalam sebuah karya yang merupakan jalinan vokal dari berbagai campuran laras dan tonika yang saling bersimbiosis mutualisme.
Makna tembang - Tentang cinta, manusia, dan manusia yang bercinta. Cinta bukanlah cinta sebelum cinta itu diberikan. Tengoklah lebah, asyik masuk dengan bebungaan. Uniknya lebah, ia tak akan hinggap pada bunga yang sudah terlebih dahulu dihinggapi oleh lebah lainnya. Keerotisan hubungan lebah dan bunga begitu sunyi, dan magis. Lebah membangun ikatan tak kasat mata dengan bunga pilihannya. Seolah terdengar sabda lirih "Aku milikmu" dan "begitupun aku" diantara notasi kosong nyanyian lebah dan bunga. Lebah mengambil sarinya, dan bunga membiarkannya karena dengan demikian ia akan tetap mampu bersemi. Satu hal yang pasti: tidak ada yang terluka. Karena masing-masing tidak ingin melukai dan tidak menuntut lebih dari apa yang dimiliki baik sang lebah maupun sang bunga.
Manusia bertanya, "Apa itu cinta?". Kenyataan menjawab,"Aku tidak bisa menjelaskan apa itu cinta, namun aku tahu bagaimanakah cinta itu" Ia melanjutkan, "cinta akan membawa damai, jika terjadi kebencian; pengampunan, bila terjadi penghinaan; kerukunan, bila terjadi perselisihan; kebenaran, bila terjadi kesesatan; kepastian, jika terjadi kebimbangan; harapan, jika terjadi kecemasan; kebahagiaan, bila terjadi kesedihan; dan terang, jika terjebak kegelapan".
Manusia kurang mengerti, lalu bertanya lagi,"Apa itu cinta?". Kenyataan menjawab "Aku tidak mampu jelaskan apa itu cinta namun aku tahu apa yang bukan cinta". Ia meneruskan sabdanya,"Cinta itu bukan pengkhianatan, cinta itu bukan kebohongan, cinta itu bukan kemunafikan, cinta itu tidak menyakiti, cinta itu tidak menghakimi, cinta itu tidak membenci, dan cinta itu tidak mengharap balas budi".
Manusia menjadi bingung, kemudian bertanya untuk ketiga kalinya,"Apa itu cinta?" Kenyataan dengan sabar menjawab,"Cinta itu lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, memberi daripada menerima. Cinta itu lebih ingin mencintai daripada dicintai". Sudah agak paham, manusia meminta kejelasan lagi,"Mengapa demikian?". Kenyataan menjawab "Karena cinta itu pemberian; sehingga mencintai berarti memberi". Demikian indahnya cinta tersulam diatas karya : Sekar. Hendaklah yang dicintai, mencintai.Sekar merupakan salah satu komposisi tembang kontemporer karya Peni Candra Rini.

penicandrariniDOTcom

Loading more stuff…

Hmm…it looks like things are taking a while to load. Try again?

Loading videos…